Home » Al-Islam » Biografi Imam Hanafi / Abu Hanifah Bagian-2
Biografi Imam Hanafi / Abu Hanifah Bagian-2

Biografi Imam Hanafi / Abu Hanifah Bagian-2

2. Karya-karya Imam Abu Hanifah

Sepanjang hidupnya, Imam Abu Hanifah banyak mengajarkan berbagai ilmu kepada murid-muridnya, baik ilmu fiqh, ilmu kalam ataupun yang lainnya. Ini dikarenakan beliau adalah seorang yang mempunyai kepandaian dan kecerdasan yang luar biasa pada zamannya.

Diantara para ulama terkenal yang memnjadi sahabat beliau dan berjasa dalam pengkodifikasian fatwa-fatwa beliau adalah :
a. Abu Yusuf Ya’kub ibn Ibrahin al- Anshary ( 113-182 h )
b. Muhammad ibn Hasan al- Syaibany ( 132-189 H )
c. Zufar ibn Huzailibn al- Kufy ( 110-158 H )
d. al- Hasan ibn Ziyad al- Lu’lu’iy ( 133-204 H ).

Pada saat beliau masih hidup,fatwa-fatwa dan hasil ijtihad beliau belum dikodifikasikan, setelah beliau meninggal, barulah buah pikirannya itu dikodifikasikan oleh murid-murid dan para sahabatnya sehinggah menjadi mazhab ahli ra’yi yang hidup dan berkembang. Sebagian dari para muridnya , pada masalah hukum keagamaan ada yang menyalahi, ada yang berlawanan dan ada pula yang berbeda pendapat atas buah fikiran beliau, tetapi sebagian besar mereka itu telah menyepakati dan sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh beliau.

Dalam melakukan pengkodifikasian perkataan-perkataan dan buah fikiran Imam Abu Hanifah tentang masalah-masalah hukum keagamaan, para sahabat beliau mencampurnya dengan perkataan-perkataan atau pendapat mereka masing-masing dengan pendapat Imam Hanafi. Karena aliran beliau itulah yang asli, sehinggah hal-hal yang menyalahi dengan pendapat atau berlawanan dengan perkataan beliau adalah sedikit sekali.

Dari keempat sahabat dan murid beliau yang banyak menyusun buah fikiran Abu Hanifah adalah Muhammad al- Syaibany yang terkenal dengan ” al-Kutub al- Sittah ” ( enam kitab ) yaitu:
1. Kitab al – Mabsuth
2. Kitab al – Ziyadat
3. Kitab al – Jami’ al – Shaghir
4. Kitab al – Jami’ al – Kabir
5. Kitab al – Sair al – shaghir
6. Kitab al – Sair al – Kabir

Kitab al – Mabsuth adalah kitab terpanjang yang dihimpun dan disusun oleh Imam Muhammad ibn Hasan, yang di dalamnya berisi beribu-ribu masalah keagamaan yang dipegang atau ditetapkan oleh Imam Hanafi. Di dalamnya juga berisikan tentang perselisihan pendapat antara Imam Hanafi Imam ibnu Abi Laila.

Kitab al- Jami’ al – Shaghir, kitab ini berisi beberapa masalah yang diriwayatkan dari Imam Isa ibn Abban dan Imam Muhammad ibn Sima’ah, keduanya adalah murid Imam Muhammad ibn Hasan. Kitab ini berisi 40 fasal dari fasal-fasal fiqh yang permulaannya adalah fasal ”Ash- Shalah”. Tetapi dalam kitab ini tidak diberi bab-bab fasalnya, Oleh karena itu, dikemudian hari disusun dan diatur perbab oleh al- Qadhi Abuth-Thahir,Muhammad ibn Muhammad ad- Dabbas untuk memudahkan bagi yang hendak mempelajarinya.

Kitab al- Jami’ al- Kabir berisikan sebagaiman kitab yang kedua, hanya saja lebih panjang uraiannya. Kitab al- Sair al- Shagir yang berisikan masalah – masalah jihad semata. Sedang al- Sair al-Kabir berisikan masalah-masalah fiqh juga.

Sepanjang riwayat bahwa Imam Abu Hanifah adalah seorang yang mula-mula merencanakan ilmu fiqh, mengatur dan menyusunnya dengan dibab-bab – sefasal demi sefasal – untuk memudahkan orang yang mempelajarinya. Karena di masa para sahabat dan tabi’in fiqh itu belumlah dihimpun dan disusun. Beliau mengkhawatirkan akan hilangnya ilmu pengetahuan itu, sehingga beliau merencanaka, mengatur dan menyusun menjadi beberapa kitab dan bab. Sehingga tidaklah mengherankan jika Imam Syafi’I menyatakan ” bahwa para ahli fiqh itu menjadi anak asuh dari Imam Abu Hanifah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*